Salah satu tugas yang diemban Jamila Catheleya sebagai Runner-up III Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2009 adalah menjadi duta pariwisata. Namun, mahasiswa jurusan Public Relation Universitas Al Azhar Jakarta ini berharap kelak dapat terjun sebagai pelaku real di dunia yang kini mulai lekat dengan kehidupannya.
Jamila yang merupakan wakil dari Gorontalo di ajang PPI yakin bahwa mengikuti kontes tersebut dapat membekali dirinya dengan berbagai pengalaman positif dan memberinya kesempatan untuk dapat berkunjung ke tempat-tempat baru yang menarik.
“Agrowisata ke Mekarsari pada saat karantina merupakan hal yang paling berkesan buat saya karena di sana ditunjukkan bagaimana caranya menanam pohon tanpa tanah,” kata Miss Indonesia Ecotourism 2007 ini.
“Karena cara menanamnya tanpa tanah, jadi membibitnya di tempat yang bentuknya seperti agar-agar,” lanjutnya.
Menurutnya wisata dengan isu lingkungan sudah mulai kuat di permukaan dan bisa sama menariknya dengan wisata yang lain.
“Kita bisa ikut melestarikan tanaman,” imbuhnya.
Ia pun optimis pariwisata Indonesia dapat terus berkembang karena potensi yang dimiliki negeri ini dari ujung ke ujung mempunyai keindahan dan keunikannya masing-masing.
“Sebenarnya turis asing lebih menyukai daerah yang masih alami. Mereka malah tidak suka pergi ke tempat seperti mal dan lebih memilih untuk masuk ke pedalaman yang terpencil. Tetapi persoalan akses seperti tidak ada atau minimnya penerbangan menyulitkan mereka untuk berwisata ke tempat seperti itu,” ujar dara kelahiran 5 April 1989 ini.
Ia berpendapat pariwisata Indonesia juga kalah promosi jika dibandingkan dengan negara lain, selain belum memiliki brand image yang kuat seperti Uniquely Singapore ataupun Malaysia Truly Asia.
“Kita memiliki slogan Indonesia Ultimate in Diversity, tetapi masih belum punya satu kesatuan yang bisa mewakili Indonesia sebetulnya ada apa di sana,” tambahnya.
Untuk itu, dalam pandangannya diperlukan kesadaran dari masyarakat agar dapat mengenali potensi daerahnya sehingga pariwisata dapat berkembang dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi mereka.
Penyuka traveling ini juga konsekuen untuk mengajak teman-temannya berwisata di dalam negeri, misalnya ke kepulauan seribu yang dekat dengan Jakarta.
“Kepulauan seribu menjadi destinasi favorit saya karena letaknya dekat, tinggal menyeberang dari Ancol menggunakan kapal kita bisa menyelam atau snorkeling,” ungkapnya.
Ia menceritakan selama ini di Sulawesi yang terkenal adalah Bunaken dan Wakatobi, tetapi di Gorontalo sendiri juga memiliki pantai Saronde yang tidak kalah indahnya untuk snorkeling maupun menyelam.
“Di sana pasirnya putih dan airnya bening, setiap tahun wisatawan yang menyelam dapat menemukan spesies ikan baru,” tuturnya dengan bersemangat.
Satu tempat yang ingin ia kunjungi adalah Raja Ampat di Papua karena baginya walaupun jauh Indonesia Timur memiliki banyak potensi yang layak untuk dinikmati, termasuk pegunungan Jayawijaya dengan salju abadinya.

